Tahukah Kamu ?

Biaya Kongres Sumpah Pemuda
Kongres Pemuda Kedua menghabiskan biaya f 250 atau setara gaji satu bulan pegawai Pemerintah Hindia-Belanda lulusan Stovia atau Sekolah Hakim. Uang itu diperoleh dari sumbangan organisasi peserta Kongres Pemuda Kedua, sumbangan perorangan yang tidak mengikat, dan hasil usaha panitia. Uang itu digunakan untuk kepentingan sidang, salah satu diantaranya adalah menyewa gedung bioskop “Oost-Java Bioscoop” untuk sidang kedua. Akomodasi peserta ditanggung masing-masing!.

Museum Sumpah Pemuda adalah Pondokan Mahasiswa
Museum Sumpah Pemuda adalah bekas pondokan Mahasiswa di mana pernah tinggal Assaat Datuk Muda, pejabat presiden Republik Indonesia semasa RIS. Di gedung yang dikenal dengan nama Indonesische Clubgebouw (Wisma Indonesia) pernah tinggal pula Muhammad Yamin, dikemudian hari menjabat berbagai jabatan seperti menteri kehakiman, menteri pendidikan, pengajaran, dan kebudayaan, ketua dewan perancang nasional; Amir Sjarifudin, menteri pertahanan dan kemudian menjdai perdana menteri; dan Abu Hanifah, ketua fraksi Masyumi di Parlemen, menteri pendidikan, pengajaran, dan kebudayaan, wakil perdana menteri. Semasa tinggal di Indonesische Clubgebouw, Yamin menerjemahkan karya Rabinranath Tagore, “Huis en Wereld”, dan karya William Shakespeare, “The Servant of The Venice”.